Friday, July 22, 2016

Tidak Ingin (Bisa) Melepaskan (Kisah Narendra-Banyu)





"Boleh ke sana, Banyu?"
Ujar Narendra menunjuk ke sebuah sudut.
Banyu mengangguk lalu menggerakkan kaki ke arah yang ditunjuk Narendra.
"Aku tahu kamu mau bicara apa," kata Banyu seraya menoleh.

Maafkan aku, aku bukan ingin membuatmu sendirian, bukan ingin menyakitimu...

"Kamu pasti mau marah kan karena aku memilih kuliah di Jogja?"
tanya Banyu tenang, sambil menahan air mata yang sesungguhnya dapat membuncah kapanpun.


"Tidak. Mengapa harus marah?" jawab Narendra.
"Aku hanya ingin tahu mengapa kamu lebih memilih kuliah di sana dibanding di sini. Toh, Jakarta juga punya banyak universitas bagus, Banyu..."

Banyu hanya menggeleng.
"Tidak bisa, Jakarta sudah terlalu padat. Aku penat. Aku butuh inspirasi untuk menulis,"

Aku butuh jauh darimu, Narendra...


**

"Boleh ke sana, Banyu?
Ujar Narendra menunjuk ke sebuah sudut.
Banyu mengangguk lalu menggerakkan kaki ke arah yang ditunjuk Narendra.
"Aku tahu kamu mau bicara apa," kata Banyu seraya menoleh.

Oh ya, benarkah? Benarkah kamu sungguh tahu apa yang mau aku bicarakan?


"Kamu pasti mau marah kan karena aku memilih kuliah di Jogja?" tanya Banyu tenang.
Sesungguhnya Narendra ingin mengiyakan pernyataan tersebut. Bukan marah, tapi sesuatu yang melebihi marah. Apakah ada istilahnya?


"Tidak. Mengapa harus marah?" jawab Narendra.
"Aku hanya ingin tahu mengapa kamu lebih memilih kuliah di sana dibanding di sini. Toh, Jakarta juga punya banyak universitas bagus, Banyu...

Lantas di Jogja, siapa yang bisa menjagamu?
Siapa yang akan menemaniku jika aku kesepian di sini?


Banyu hanya menggeleng.
"Tidak bisa, Jakarta sudah terlalu padat. Aku penat. Aku butuh inspirasi untuk menulis,"

Ah iya, menjadi penulis terkenal. Impianmu. Aku bisa apa? Siapa aku menahan mimpi yang sudah kau tanam sejak kecil?


**
"Bodoh. Banyu bodoh. Mengapa tak katakan saja alasan yang sejujurnya?"

"Bodoh. Narendra bodoh. Mengapa tak segera kau katakan isi hatimu?"

Ujar Narendra dan Banyu dalam relung masing-masing.

No comments: